Port Forwarding Modem DSL May 18, 2007
Posted by masrony in Network.Tags: ADSL, modem, Port Forwarding
trackback
Blaaarrr.. akhirnya terpasang juga speedy di mess malang. Berbagai rencana mampir ke otak. Tapi tetep aja satu keinginan untuk punya dedicated IP akhirnya tidak kesampaian. Ngga papalah. Lagian kan sekarang speedy udah kasih ip “static”
.
Rencana pertama bikin web server ternyata cukup membuat pusing kepala, karena tidak ada satupun komputer terhubung ke internet dengan menggunakan ip public. Akhirnya setelah menghela napas panjang dan mulai mengingat-ingat ilmu network di kepala yang sebenarnya cekak banget, mulai terurai satu-persatu permasalahan yang ada. Mari kita oprek bersama daggh…
Pertama, balek ke teori dulu. Modem DSL gratisan dari telkom punya ip public, sedangkan komputer-komputer dibelakangnya menggunakan ip lokal dan utk koneksi internet berbagi pakai menggunakan ip-nya modem. Ini kalo ngga salah bahasa kerennya Network Address Translator (NAT) . Wiihh.. tau juga basa gaul dikit negh. Jadi setiap permintan dari komputer-komputer dibelakang Modem akan dilewatkan melalui modem dengan “meminjam” ip-nya modem. Kira-kira begitulah…

Tapi, bagaimana apabila ada permintaan dari internet ke dalam komputer kita yang dibelakang modem ? nah loohh…. Setelah cari tau sana sini dan baca-baca manual, akhirnya ketemu juga caranya. Namanya Port Forwarding, yaitu pendelegasian layanan yang dialamatkan ke modem pada port tertentu ke komputer dibelakang modem.
Contoh kasus disini forward-forwardan ini dipake utk keperluan webserver. Analoginya kalo ada permintaan web service (port 80) pada ip public modem, maka oleh modem akan diredirect ke port 80 komputerku. Tapi kalo permintaannya dari lokal maka akan dilayani oleh modem, yang notabene juga ada web control management modem itu sendiri. Setting ini bisa dikustomisasi dari web control modem DSL. Karena demikian banyaknya jenis modem DSL di pasaran disini tidak diketengahkan mengenai setting port forwarding di modem. Yah.. baca-baca manualnya modem lah… gampang kok

jadi, kalo dites dari lokal network ya tetep aja yang keluar web controlnya modem. Untuk mengetahui hasil dari port forwarding ini bisa diakali dengan menggunakan anonymous proxy yang banyak bertebaran di internet, dan ini web dari kompiku yang notabene dibelakang NAT.
Akhirnya berhasil juga deh buat server web yang dipublish
Note : Sebagian modem, setting default firewallnya ON. Untuk testing, sementara dimatikan dulu, dan apabila sudah manstab di-allow hanya di port 80 aja.

Good artikel mas.. keep posting yah.. Jadi nambah ilmu modem DSL.
Tapi keknya mas rony males nulis yah..
Kan aturan masih ada lagi yang lain spt yang diajarin kemarin…
Baca Artikel ini juga… melengkapi artikel Mas Rony…
http://jamesbond.xcode.or.id/setting_port_forwarding_ip_adsl.html